Lomba esai British Council (Youth Global Exchange)

Ada seorang teman yang mau
ikut lomba esai yang diadakan

British Council.

http://www.britishcouncil.org/indonesia-society-global-exchange.htm?mtklink=indonesia-society-global-exchange

She was also the one who
had won the 1st winner
of essay competition in UPH.

http://yodster.blogs.friendster.com/yodster/2007/03/responsibilty.html

Please visit those links
supaya tau konteksnya.

***

I’ll make her win again this time!

Caranya?

Ajang itu berjudul: Youth global
exchange

Perhatikan baik2, yang jadi isu
utama adalah kaum muda, hal yang
sifatnya global, dan mau ada
pertukaran.

Ada apa di balik itu semua?

Dari judul ajangnya aja, i can
guess mau apa jurinya. Tulisan
seperti apa yang diharapkan
dan gimana penyampaian yang oke.

And she’s smart! Cause she’s
asking advice from the right
person:
ME

Ada beberapa pertanyaan yang
harus terjawab di esai:

1. Kenapa tertarik ikut program
pertukaran budaya?

2. Apa kontribusi yang bisa
kamu berikan?

3. Bagaimana sukarelawan bisa
mengatasi masalah global?

4. Ceritakan pengalaman pernah
terjun ke masyarakat, apa kendala
dan gimana hasilnya?

***

And these are my answers to her

1. Berikan alasan yang altruis
(mengutamakan orang lain),
jangan hanya ambisi atau egois.
Misalnya: bukan demi status untuk
dianggap pintar dan hebat, karena
hebat dan pintar tak akan berguna
jika hanya untuk diri sendiri.

I want to contribute to the society as ….

jelaskan sekilas teori aktualisasi-diri

(Abraham Maslow), bahwa seseorang bisa

menjadi berarti karena … (cari di

Wikipedia atau buku2 psikologi)

http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow%27s_hierarchy_of_needs

Jelaskan, pada akhirnya ilmu yang kita
pelajari (melalui lembaga pendidikan
atau kehidupan sehari2) akan
jadi berarti, jika bisa diaplikasikan.

Karena ini ajang internasional,
dan maybe juri2nya agak new age,
try to use beberapa jargon mereka.

Comot2 dikit nilai2 positif dari Islam

(beramal, bukan hanya harta tapi
juga ilmu), Kristen (melayani,
memberi, mengasihi, bukan hanya
dari gedung gereja tapi juga langsung
kepada jiwa2, seperti orang Samaria),
Hindu (karma yoga, ibadah melalui
berkarya dan memberi manfaat bagi
sesama) atau ajaran Budha mengenai ‘metta’
(cinta kasih kepada semua makhluk)

http://en.wikipedia.org/wiki/Karma_Yoga

http://en.wikipedia.org/wiki/Metta

http://en.wikipedia.org/wiki/Good_samaritan

http://en.wikipedia.org/wiki/Alms

2. Coba untuk berpikir praktis,
jangan hanya sebatas ingin share
ilmu dan pengalaman.
Tambahkan added value.

Bisa dengan misalnya, menjelaskan
bahwa adanya gap antara timur dan
barat (Asia dan Eropa), padahal
sebenarnya setiap nilai budaya
itu baik, hanya saja berbeda dalam
anggapan tiap dan antar etnis
atau sub-kultur.

We must be aware akan perbedaan ini.
Bukan dengan meniadakan, menyangkali
atau menganggap perbedaan tidak ada.
Tapi mengakuinya dan saling menghargai,

saling belajar dari adanya
berbagai perbedaan.

Giring opini, intinya perbedaan bisa
bikin ribut, bisa juga bikin damai
dan saling melengkapi.
That’s why
I want to contribute.. to bring
peace.. and to pray for
the world peace,
seperti biasa
diucapkan miss universe :)

3. Karena volunteer berasal dari
berbagai negara, budaya, dan agama.
Dengan diskusi terbuka, kita saling
mengenal dan menjadikan perbedaan
sebagai sebuah kekayaan.

Karena masalah umum di dunia
disebabkan adanya perbedaan,
yang paling kontras adalah
ideologi politik. Dulu dunia terbagi
Timur dan Barat, kapitalis dan komunis.
Lalu ada non-blok. Sekarang, setelah
kasus WTC 9/11, dunia seolah terpecah
jadi muslim dan non-muslim,
dengan stereotype bahwa islam = teroris.

Lalu?

Anak muda adalah bibit, mereka bisa
jadi pengikut fanatik suatu aliran.
Cari di teori Psikologi Remaja,
tentang pola pikir anak muda,
masih cari jati-diri, cenderung
lebih ekstrim dari orang dewasa, dll.

Yang biasanya disuruh perang adalah
anak muda dan remaja,
sedangkan
jenderal dan presiden
(yang generasi tua) hanya mengatur
strategi.

Ambil contoh, tentara yang direkrut NAZI
banyak usia belasan tahun. Anak-anak dan
remaja dipaksa wajib militer saat perang
sipil di El Salvador
, diminta milih ikut
pemerintah pusat atau gerakan separatis
(lihat film
INNOCENT VOICES), gitu juga
di Sierra Leone, karena perebutan
tambang berlian, muncul gerakan separatis
dan anak-anak yang dipaksa jadi tentara
(lihat film
BLOOD DIAMOND)

http://movies.yahoo.com/movie/1808718662/info

http://movies.yahoo.com/movie/1809354237/info

http://en.wikipedia.org/wiki/Nazi

http://en.wikipedia.org/wiki/Military_use_of_children

Itu juga yang terjadi di Liberia, atau

perbatasan Korsel dan Korut. Atau saat konflik

segitiga: Serbia-Kroasia-Bosnia

Just intermezzo, cari tentang Juanes, penyanyi

rock Latin yang lirik2 lagunya sering bahas

tentang perang sipil di negaranya, Kolombia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Juanes

Padahal jika anak2 muda punya
pikiran sendiri, mereka bisa nolak
untuk dilibatkan dalam perang atau
konflik akibat adanya perbedaan
ideologi atau apapun yang bisa
jadi sumber konflik.

Balikin lagi ke tema tadi, perbedaan
bisa jadi sumber konflik, bisa juga
jadi pemersatu.
Semua tergantung
pola pikir anak2 muda, karena
merekalah yang akan jadi masa depan
tiap negara.

Dan pada saat speech menang nanti:

"Dengan ngumpul2 seperti sekarang,
we can talk openly, mungkin masih
ada pengaruh stereotype dalam kepala kita
masing2 tentang orang Asia, Eropa atau
ras dan etnis tertentu, tapi justru
karena itulah kini kita berada
bersama.

Untuk menyadari bahwa …

- Perbedaan di antara kita… namun …
- Sikap kita…
- Harapan kita … "

***

Benang merahnya:

- Dunia dipengaruhi adanya berbagai

perbedaan.

- Perbedaan itu bisa jadi sumber konflik
atau sebaliknya.

- Anak muda yang sering dijadikan
pion dan tameng, karena hanya ikut2an.

- Anak muda harus bisa punya sikap sendiri.

- Sikap itu harus diawali dengan
terlebih dulu menyadari adanya
berbagai perbedaan dan saling menerima.

***

This time, I only make an outline
and she will finish it into an essay.

Cath.. kalo udah kelar, sebelum dikirim
ke panitia, let me read and edit it…

http://profiles.friendster.com/cathietoo

Good luck!

+ yoDi +

One Response to “Lomba esai British Council (Youth Global Exchange)”

  1. NceNnnn..... Says:

    nice advice..

Leave a Reply